Allah berfirman :
Peliharalah segala shalat [mu], dan [peliharalah] shalat wusthaa [1]. Berdirilah karena
Allah [dalam shalatmu] dengan khusyu’. (al-Baqarah: 238)
Dan mintalah pertolongan [kepada Allah] dengan sabar dan [mengerjakan] shalat. Dan
sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,
(al-Baqarah: 45)
Khusyu' merupakan kekuatan sholat. Tanpa khusyu' sholat seakan tidak mempunyai makna
bagi pelakunya, karena sholat hanya berupa aktifitas fisik yang rutin, tanpa kenikmatan
dan tanpa rasa hidmat di dalamnya.
Menghancurkan dan merusak kekhusyu'an dalam sholat adalah salah satu misi syetan di
dunia ini. Firman Allah dalam menceritakan misi syetan tersebut:
Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan
dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur [ta’at].
(al-A'raaf: 17)
Rasulullah s.a.w. bersabda
Yang pertama akan hilang ari umatku adalah khusyu', hingga kalian tidak lagi melihat
orang khusyu'. (H.R. Tabrani. Sahih)
Hudzaifah pernah berkata: Apa yang pertama hilang dari agama kalian adalah khusyu', dan
apa yang paling akhir hilang dari agama kalian adalah sholat, banyak orang sholat tapi
tidak ada kebaikan pada mereka, kalian nanti akan masuk masjid dan tidak ada lafi orang
khusyu'" (al-Madarij 1/521).
Maka khsyu' ini juga merupakan salah satu sifat orang beriman. Allah berfirman:
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (1) [yaitu] orang-orang yang khusyu’
dalam shalatnya.
Ibnu Katsir mengatakan: khusyu' adalah tidak bergerak, tenang, penuh tawadlu' karena
disebabkan takut kepada Allah dan perasaan diawasi Allah. Khusyu' adalah sadarnya hati
seakan berdiri di depat Allah dengan penuh penghormatan, pengabdian. (al-Madarij 1/520).
Tempat khusyu' adalah di dalam hari dan membekas ke seluruh tubuh manusia. Kalau hati
sudah tidak khusyu' maka seluruh anggota tubuh tidak lagi beribadah secara serius karena
hati ibarat komandonya dan anggota badan adalah tentaranya.
Khusyu' juga menjadi bukti keikhlasan. Karena hanya mereka yang ikhlash ibadah karena
Allah dan sholat karenaNya yang dapat melakukan khusyu' secara sempurna. Tanpa
keikhlasan, maka seseorang hanya melakukan kekhusyu'an palsu atau yang sering disebut
kekhusyu'an dusta.
Ibnu Qayyim mengatakan ada dua jenis khusyu', yaitu khusyu' iman dan khusyu' munafik.
khusyu' Iman adalah hatinya menghadap Allah dengan penghormatan, pengagungan,
ketenangan, penuh harapan dan rasa malu, lalu hatinya penuh dengan cinta dan pengakuan
kepada Allah yang membekas ke seluruh anggota badannya.
Adapun khusyu' munafik adalah fisiknya khusyu' tapi hatinya tidak. Para sahabat sering
berdoa: Ya Allah lindungilah aku dari khusyu' munafik. (Ruh 314).
Ulama mengatakan bahwa hukum khusyu' adalah wajib, karena banyaknya dalil yang
menganjurkan khusyu' dan mencela orang yang tidak khusyu' dalam sholat.
Rasulullah s.a.w. bersabda:"Lima sholat yang diwajibkan oleh Allah, barang siapa
memperbaiki wudlunya dan melaksanakan sholat pada waktunya, menyempurnakan ruku'nya dan
kekhusyu'annya, maka ia mendapatkan janji Allah untuk mengampuninya. Barang siapa tidak
melakukan itu, maka ia tidak mendapatkan janji Allah, kalau Allah berkehendak maka
Mengampuninya, kalau Allah berkehendak maka akan menyiksanya." (H.R. Abu Dawud – sahih)
Dalam hadist lain Rasulullah s.a.w. bersabda:"Barang siapa berwudlu dan memperbaiki
wudlunya kemudaian ia sholat dua rakaat, ia konsentrasikan hati dan wajahnya (dan tidak
diganggu oleh nafsunya), maka ia akan diampuni dosanya yang telah telah lewat. (H.R.
Bukhari).
Rasulullah s.a.w. juga pernah bersabda:"Banyak sekali orang yang sholat hanya
mendapatkan capek berdiri" (H.R. Nasai: hasan).
Tip menghadirkan khusyu dalam sholat
Menghadirkan khusyu' dalam sholat dalam dilakukan melalui dua cara. Pertama:
mengupayakan amalan-amalan yang merangsang kekhusyu'an dan kedua: menghilangkan hal-hal
yang merusak kekhusyu'an.
Adapun amalan-amalan yang mengantarkan kepada kekhusyu'an adalah sbb:
1. Persiapkan diri untuk sholat. Itu dimulai dengan mendengarkan adzan dan mengikutinya,
berdoa adzan, memperbaiki wudlu, berdoa setalah wudlu, melakukan siwak sebelum sholat,
mempesiapkan baji sholat, tempat sholat dan menunggu waktu sholat. Bukan bergegas sholat
ketika waktu hampir lewat.
2. Thoma'ninah: yaitu berhenti sejenak pada setiap rukun-rukun sholat. Dalam hadist
diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. ketika sholat, beliau melakukan thma'ninah hingga
semua anggota badan beliau kembali pada tempatnya. (H.R. Abu Dawud dll.) Dalam hadist
lain Rasulullah s.a.w. bersabda:"Seburuk-buruk pencuri adalah pencuri sholat. Bagaimana
itu wahai Rasulullah, tanya sahabat. "Mereka yang tidak menyempurnakan ruku' dan
sujudnya. (H.R. Ahmad dan Hakim: sahih). Seseorang tidak akan bisa khusyu' tanpa
thoma'ninah ini karena cepatnya pergerakan sholat telah menghilangkan kekhusyu'an dan
konsentrasi hati.
3. Ingat kematian saat sholat. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:"Ingatlah mati saat
kamu sholat, sesungguhnya seseorang yang ingat mati saat sholat maka ia akan memperbaiki
sholatnya, dan sholatlah seperti sholatnya orang yang mengira itu sholatnya yang
terakhir" (Dailami: sahih). Rasul juga pernah berpesan kepada Abu Ayub r.a. "Sholatlah
seperti sholatnya orang yang pamitan" (Ahmad: sahih).
4. Tadabbur (menghayati) ayat-ayat Quran yang dibaca saat sholat, begitu juga
dzikir-dzikir dan bacaan sholat lainnya lainnya serta menyerapkannya dalam diri mushalli.
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka
memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai
fikiran. (Shad:29).
Dari Hudzaifah r.a. :Aku sholat di belakang Rasulullah s.a.w., satu malam. Beliau
membaca dengan bebas. Ketika melewati ayat di dalamnya ada tasbih, beliau bertasbih,
ketika melewati ayat permintaan beliau meminta dan ketika melewati ayat minta
perlindungan, beliau pun meminta perlindungan" (Muslim).
Tadabbur dan tafakkur terhadap ayat-ayat Allah merupakan pengantar kekhusyu'an. Begitu
juga menangis saat mendengar atau membaca ayat-ayat Allah. Allah berfirman:
Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah
khusyu’.(Isra':109) .
Atho' pernah bertanya kepada Aisyah r.a.: ceritakan kepadaku apa yang paling kau kagumi
dari Rasulullah, lalu Aisyah menangis. Suatu malam Rasulullah s.a.w. berdiri untuk
sholat, beliau berkata: Wahai Aisyah biarkan aku menyembah Tuhanku. Sesungguhnya aku
senang bersamamu dan aku senang menyenangkanmu". Lalu beliau pun bangun dan sholat, lalu
beliau sholat sambil menangis sehingga lantai kamarku basah karena air mata beliau. Lalu
berkumandanglah adzan Bilal untuk subuh, ketika Bilal melihat mata Rasulullah basah
karena menangis, Bilal pun bertanya:"Wahai Rasulullah, untuk apa engkau menangis padahal
Allah telah mengampunimu dosamu yang lalu dan yang akan datang? Rasul menjawab: Wahai
Bilal aku lebih suka untuk menjadi hamba yang banyak bersyukur. Malam ini diturunkan
kepadaku ayat yang ruglilah orang yang membacanya dan tidak menghayatinya, yaitu ayat
Ali Imran 190-194. (Ibnu Hibban:sahih) .
5. Membaca ayat satu-satu. Ini juga mengantarkan kepada khusyu' karena mengantarkan
kepada pamahaman dan penghayatan. Umi Salamah berkata bahwa Rasulullah membaca fatihah
dalam sholat dengan basmalah, lalu berhenti lalu membaca hamdalah lalu berhenti lalu
membaca arrohmaanirrohiiim dan seterusnya. (Abu Dawud: sahih).
6. Memperindah bacaan Quran dan tartil dapat mengantarkan kepada kekhusyu'an. Allah
berfirman:
Hai orang yang berselimut [Muhammad], (1) bangunlah [untuk sembahyang] di malam hari [1]
kecuali sedikit [daripadanya] , (2) [yaitu] seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu
sedikit, (3) atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan
perlahan-lahan. (Muzammil 1-4)
Rasulullah s.a.w. berpesan:"Perindahlah al-Qur'an dengan suaramu yang merdu, karena
suara yang indah akan memperindah al-Quran" (Hakim:sahih) . Dalam hadist lain beliau
bersabda:"Sesungguhnya seindah-indah suara orang membaca Quran, adalah kalau ia membaca
maka orang-orang yang mendengarnya akan takut kapada Allah. (Ibnu Majah: sahih).
7. Beranggapan bahwa saat sholat ia sedang menghadap kepada Allah. Dalam sebuah hadist
Rasulullah s.a.w. bersabda:"Sesungguhnya kalian apabila sholat maka sesungguhnya ia
sedang bermunajat (bertemu) dengan Tuhannya, maka hendaknya ia mengerti bagaimana
bermunajat dengan Tuhan. Hakim: sahih).
8. Memperhatikan pembatas depan sholat. Sebaiknya ketika sholat menghadap pembatas
depan, misalnya dinding atau pembatas yang polos. Tujuannya adalah agar pandangan mata
kita tidak terganggu oleh obyek-obyek visual yang mengganggu konsentrasi kita.
Rasulullah s.a.w. bersabda" Hendaklah kalian ketika sholat menaruh pembatas di depannya
agar syetan tidak memutuskan sholatnya" (Abu Dawud: sahih). Sebaiknya pembatas tersebut
berjarak tiga jengkal dari tempatnya berdiri dan sejengkal dari tempat sujudnya. (Fathul
Bari).
9. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada. Rasulullah s.a.w. bersabda:
Kami para nabi diperintahkan agar dalam sholat meletakkan tangan kanan di atas atas
tangan kiri (Thabrani:sahih) . Imam Ahmad menjelaskan bahwa tujuannya adalah agar kita
menundukkan diri di depan Allah dengan khusyu'. Ibnu Hajar mengatakan bahwa sikap
seperti itu adalah sikap seorang yang meminta dengan merendahkan diri dan sikap seperti
itu lebih mengantarkan kepada kekhusyu'an.
10. Mengarahkan pandangan mata pada tempat sujud. Dai Aisyah r.a. Rasulullah s.a.w.
ketika sholat beliau menundukkan kepalanya dan pandangannya tertuju ke tempat sujud.
(Hakim:sahih) . Begitu juga ketika beliau memasuki Ka'bah beliau tidak memalingkan
pandangannya dari tempat sujudnya hingga keluar dari Ka'bah". (Hakim: sahih).
Bagaimana dengan pendapat sebagian orang yang melakukan sholat dengan memejamkan mata
dengan dalih itu bisa mengantarkan kepada kekhsyu'an. Sesungguhnya itu bertentangan
dengan contoh yang diberikan Rasulullah s.a.w. Beliau diriwayatkan tidak pernah sholat
dengan memejamkan mata. Namun demikian para ulama beda pendapat mengenai masalah itu.
Imam Ahmad mengatakan memejamkah mata saat sholat hukumnya makruh karena itu kebiasaan
orang Yahudi. Sebagian ulama mengatakan tidak makruh asalnya demi tujuan baik, misalnya
kalau tidak memejamkan mata terganggu oleh obyek-obyek visual yang ada di depannya atau
di sekitar tempat sholat, maka memejamkan mata pada kondisi seperti itu dianjurkan.
11. Sebagian ulama melihat bahwa meragamkan bacaan sholat dapat mengantarkan kepada
kekhusyu'an karena menciptakan suasana baru dalam melaksanakan sholat. Misalnya redaksi
bacaan doa iftitah, ruku', sujud, I'tidal, duduk antara dua sujud dan tashahhud ada
beberapa riwayat sahih yang berbeda-beda. Membacanya dengan redaksi yang berbeda-beda
dapat mempersegar suasana sholat dan mengantarkan kepada kekhusyu'an. Begitu juga
bacaan-bacaan surat setelah fatihah dapat dilakukan dengan variasi ayat yang berbeda-beda.
12. Disunnahkan membaca ta'awwudz ketika merasakan ada
gangguan konsentrasi dalam sholat. Konon ketika seorang hamba hendak melaksanakan
sholat, syetan menurunkan pasukannya yang disebut Khanzab untuk mengganggu orang sholat.
Abi 'Ash r.a. berkata kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah syetan telah mengganggu
sholatnya dan membolak balikkan bacaannya, Rasulullah bersabda: Itu syetan bernama
Khanzab kalau kamu merasakannya maka bacalah ta'wudz lalu tiuplah ke kiri tiga kali".
Iapun melakukannya dan syetan tidak lagi mengganggunya. (Muslim). Rasulullah juga
mengingatkan: Kalau kalian sholat maka datanglah syetan mengganggu kalian, sehingga
kalian lupa hitungan rakaatnya. Kalau kalian merasakannya maka sujudlah dua kali ketika
ia duduk (Bukhari). Rasulullah juga mengingatkan bahwa Syetan datang kepada kalian
ketika sholat lalu membuka tempat duduk kalian, lalu ia merekayasa agar dia ragu apa
kentut apa tidak, kalau kalian merasakan itu janganlah membatalkan sholat hingga dengar
suara atau mencium bau (Thabrani: sahih). Bahkan konon syetan juga menganggu orang yang
sholat dengan isu-isu kebaikan seperti masalah dakwah, masalah sunnah, masalah keilmuan
dan politik agar sholatnya tidak lagi terfokus.
13. Bacalah cerita orang solih terdahulu bagaimana mereka berkhusyu' dalam sholatnya.
Ali r.a. ketika hendak sholat maka mukanya berubah, lalu ia ditanyai tentang itu, beliau
menjawab: datang waktu ketika amanah ditawarkan kepada langit, bumi dan gunung-gunung
tapi mereka menolak tapi aku kini membawanya. Konon mereka ketita sholat memerah
wajahnya karena takut akan menghadap Allah. Salah seorang sahabat diceritakan terkena
panah saat berperang, lalu ia minta agar dicabut saat ia sholat karena saat itu ia lupa
semuanya dan hanya ingat Allah.
14. Berdoa dalam sholat, khususnya saat sujud. Rasulullah s.a.w. bersabda:"Kondisi
paling antara hamba dan Tuhannya adalah saat sujud, maka perbanyaklah doa" (Muslim).
15. Dzikir setelah sholat. Setelah melaksanakan sholatnya hendaknya seorang hamba
melakukan dzikir selesai sholat untuk memperkuat dan menyempurnakan sholatnya. Tentu
saja tidak hanya dzikir dalam lisan tapi juga diresapi makna dan kandungannya.
Adapun perkara-perkara yang mengganggu kekhusyu'an adalah sbb:
1. Membersihkan tempat sholat dari hal-hal yang mengganggu konsentrasi seperti
gambar-gambar dan ornamen yang menarik perhatian orang sholat. Aisyah r.a. pernah
mempunyai kelambu di rumahnya berwarna-warni, lalu Rasulullah memintanya agar
menyingkirkan itu karena itu mengganggu sholat beliau. (Bukhari). Maka hendaknya
melakukan sholat di tempat yang jauh dari kebisingan dan banyak orang lalu lalang,
tempat orang ngobrol, apalagi tempat hiburan dan bersenang-senang karena itu akan
mengganggu kekhusyu'an sholat. Begitu juga agar lokasi sholat tidak terlalu panas atau
terlalu dingin. Rasulullah s.a.w. memerintahkan agar para sahabat melakukan sholat
dhuhur saat cuaca agak dingin.
2. Memakai pakaian yang polos dan tidak banyak warna. Karena itu akan menarik pandangan
mushalli dan mengganggu konsentrasinya dalam sholat. Rasulullah pernah sholat dan
terganggu dengan kelambu Aisyah yang berwarna-warni lalu beliau meminta untuk
menyingkirkannya. (Bukhari dll.).
3. Hindari solat di waktu makan. Rasulullah s.a.w. bersabda"Tidak baik sholat di hadapan
makanan" (Muslim). Riwayat lain mengatakan "Ketika maka malam sudah siap dan datang
waktu sholat, maka dahulukan makan malam" (Bukhari).
4. Hindari menanah buang air besar, kecil dan angin. Rasulullah s.a.w. melarang sholat
sambil menahan kencing (Ibnu Majah:sahih) . Riwayat lain mengatakan bahwa Rasululllah
s.a.w. bersabda kalau kalian akan sholat dan ingin ke wc maka pergilah ke wc dulu (Abu
Dawud:sahih) .
5. Hindari sholat dalam keadaan ngantuk berat. Rasulullah s.a.w. bersabda "Kalau kalian
sholat dan ngantuk maka tidurlah hingga ia mengerti apa yang dikatakan" (Bukhari).
Riwayat lain dengan tambahan: ditakutkan ketika kalian ngantuk dan melakukan sholat maka
ia tidak sadar maunya meminta ampunan Allah tapi malah mengumpat dirinya. (Bukhari)
6. Hindari sholat di tempat yang kurang rata atau kuarng bersih karena itu akan
menganggu konsentrasi saat sujud. Rasulullah s.a.w. bersabda "Janganlah kau membersihkan
tempat sujudmu (dari kerikil) saat sholat, kalau terpaksa melakukannya maka itu cukup
sekali (Abu Dawud:sahih) .
7. Jangan membaca terlalu keras sehingga mengganggu orang sholat di samping kita.
Rasulullah s.a.w. bersabda "Ingatlah bahwa kalian semua menghadap Allah, janganlah
saling mengganggu, jangan membaca lebih keras dari saudaranya dalam sholat" (Abu Dawud:
sahih).
8. Jangan tengak-tengok saat sholat. Rasulullah s.a.w. mengingatkan bahwa tengak-tengok
dalam sholat adalah gangguan syetan. (Bukhari). Dalam hadist lain dikatakan "Allah
senantiasa melihat hambanya saat sholat selama ia tidak menengok, kalau menengok maka
Allah meninggalkannya" (Abu Dawud: sahih).
9. Jangan melihat ke arah atas. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda "Ada orang-orang
sholat sambil menghadap ke atas, mudah-mudahan matanya tidak kembali" (Ahmad:sahih) .
10. menahan mulut ketika ingin menguap. Sabda Rasulullah s.a.w. Ketika kalian menguap
saat sholat, maka tahanlah sekuatnya karena syetan akan masuk ke mulut kalian" (Muslim).
11. Jangan sholat seperti kebiasaan binatang. Dalam sebuah hadist Rasulullah s.a.w.
melarang sholat seperti patukan gagak, duduknya harimau dan menjalankan ibadah di tempat
yang satu seperti onta (Ahmad: sahih).
Akhirnya, khusyu' ini berat tapi dapat kita jalankan melalui latihan dan membiasakan
diri. Salah satu upaya agar kita dapat melakukan khusyu' dengan mudah adalah dengan
memperbanyak doa.
Mudah-mudahan bermanfaat.
Disusun Muhammad Niam
Dari berbagai sumber.
Pengajian: Tip-tip Khusyu' dalam sholat
Subscribe to:
Posts (Atom)


